Analisis Teknik Tangkisan dan Tangkapan Pencak Silat

SEJARAH PENCAK SILAT 
Menurut ahli sejarah, pencak silat pertama kali ditemukan di Riau pada zaman Kerajaan Sriwijaya di abad ke-7, kemudian menyebar ke Semenanjung Malaka dan Pulau Jawa. Lalu pada abad ke-16 Kerajaan Majapahit memanfaatkan pencak silat sebagai ilmu perang untuk memperluas wilayahnya. Perguruan PSN ISMD (Pencak Silat Nasional Ikatan Seni Membela Diri)
Pada abad ke-20 Masehi, pencak silat semakin berkembang pesat hingga mendunia dan telah resmi menjadi cabang ilmu olahraga kompetisi yang di bawahi oleh Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa (PERSILAT) atau The International Pencak Silat FederationSehingga, pencak silat telah dipromosikan oleh PERSILAT ke berbagai Negara hingga ke lima benua agar pencak silat masuk dalam cabang olahraga yang dapat dijadikan cabang olahraga yang masuk dalam Olimpiade. Sehingga dengan kata lain, PERSILAT telah mempromosikan pencak silat ini untuk dijadikan kompetisi olahraga berskala internasional. Sehingga terdapat ketentuan dan kebijakan bahwa anggota yang mengikuti kompetisi pencak silat internasional ini merupakan anggota yang telah diakui oleh PERSILAT.
Maka dari itu, beberapa federasi pencak silat telah bekerjasama dengan PERSILAT untuk mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Federasi tersebut telah menghasilkan Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia pada tahun 1986 yang menggunakan tempat di kota Wina Negara Austria. Untuk mengetahui lebih jelas tentang sejarah perkembangan pencak silat di indonesia, berikut ini mari kita simak penjelasannya:
1. Perkembangan Silat Zaman Kerajaan
 Sejarah pencak silat di indonesia
Pada masa kerajaan masih berlangsung, bela diri adalah suatu keterampilan yang sudah umum  diketahui oleh masyarakat luas sebagai salah satu sarana pertahanan dan keamanan. Bela diri sangat penting dikuasai oleh suatu angkatan perang, untuk memperluas wilayah kerajaan dan juga untuk melawan kerajaan lain. Ada beberapa kerajaan seperti Kutai, Tarumanegara, Kediri, Mataram, Singasari, Sriwijaya, dan juga kerajaan Majapahit. Mereka menyiapkan berbagai pasukan yang sudah terlatih dengan ilmu bela diri untuk mempertahankan wilayahnya. Perkembangan pencak silat juga diketahui sudah ada sejak pemerintahan raja erlangga, yaitu raja dari kerajaan kahuripan. Pada saat itu pencak silat sudah diperaktekkan sebagai beladiri umum yang bernama Eh Hok Hik, yang berarti “Maju Selangkah Memukul” (Notosoejitno, 1999).

2. Perkembangan Silat Zaman Penjajahan Belanda

Perkembangan pencak silat zaman kolonial
Pada masa penjajahan Belanda, perkembangan pencak silat sangat ditentang dan dilarang oleh pihak Belanda, karena dianggap berbahaya untuk keberlangsungan penjajahannya di nusantara. Oleh karena itu, pencak silat diajarkan dan dipelajari dengan sembunyi-sembunyi dan hanya dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat saja. Pada zaman penjajahan Belanda ini, pencak silat hanya diperbolehkan untuk mengembangkan keseniannya yang masih digunakan di beberapa daerah. Itupun hanya sekedar pertunjukan atau upacara saja. Meski begitu, akibat dari penekanan pihak Belanda, hal itu juga menjadi pemicu masyarakat untuk lebih serius mempelajarinya, hingga berakibat pertumbuhan silat pada masa-masa selanjutnya.

3. Perkembangan Silat Pada Masa Pendudukan Jepang

Perkembangan silat pada zaman dulu
Berbeda dengan zaman Belanda yang menentang pertumbuhan pencak silat, sejarah pencak silat di indonesia pada masa penjajahan Jepang justru justru didukung dan diperbolehkan untuk dipraktekkan. Pencak silat di izinkan oleh jepang dengan tujuan untuk kepentingannya sendiri, yaitu untuk membangkitkan semangat pertahanan dalam menghadapi serangan sekutu dalam perang asia. Berdasarkan saran dari Shimitsu, kemudian banyak diadakan pemusatan tenaga dari berbagai aliran pencak silat, untuk membantu para prajurit jepang. Maka dari itu kemudian didirikan perkumpulan pencak silat yang sudah diatur oleh pemerintah secara serentak. Meskipun Jepang sudah memberi kesempatan untuk menghidupkan kembali unsur-unsur warisan dari kebesaran bangsa tersebut. Tetapi tujuan sebenarnya adalah untuk memanfaatkan semangat yang menurutnya akan timbul kembali dari masyarakat. Dengan begitu akan menguntungkan bagi pihak Jepang bukan atas kepentingan nasional. Meskipun demikian, Tetap ada keuntungannya bagi bangsa kita, yaitu masyarakat kembali sadar demi mengembalikan ilmu tersebut ditempat semestinya. Bahkan masyarakat juga mulai menata dan mengembangkannya kembali ilmu silat, dan selanjutnya dapat digunakan dalam nilai-nilai yang ada untuk kehidupan sehari-hari.

4. Perkembangan Pencak Silat Pada Zaman Kemerdekaan

Pencak silat pada zaman kemerdekaan

Sejarah pencak silat di indonesia terus berlanjut perkembangannya hingga pada masa kemerdekaan. Dalam periode ini diadakan perintisan didirikannya organisasi pencak silat yang tujuannya adalah untuk menampung dan mempersatukan perguruan-perguruan seni bela diri yang ada. Pada tanggal 18 Mei tahun 1948 di Surakarta, terdapat sejumlah pendekar yang berkumpul. Mereka kemudian membentuk sebuah organisasi yang bernama Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia atau yang disingkat dengan ( IPSSI ). Organisasi ini yang menjadi cikal bakal terbentuknya induk pencak silat seluruh indonesia. Dalam organisasi tersebut terpilih ketua pertama yaitu Mr. Wongsonegoro dan kemudian organisasi tersebut dirubah menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia dan disingkat sebagai(  IPSI ). Tujuannya adalah untuk membakar lagi semangat juang rakyat Indonesia pada masa pembangunan. Sekarang, IPSI tercatat sebagai sebuah organisasi silat nasional paling tua yang ada di dunia. Selanjutnya pada tanggal 11 Maret tahun 1980, didirikan pula sebuah organisasi pencak silat bernama Persatuan Pencak Silat Antarbangsa atau yang disingkat sebagai Persilat. Organisasi ini didirikan dan di prakarsai oleh Eddie M. Nalapraya dari (Indonesia) yang pada saat itu masih menjabat sebagai ketua (IPSI). Kemudian diadakan sebuah acara pencak silat yang dihadiri oleh berbagai perwakilan dari berbagai negara, seperti Malaysia, Singapura, maupun Brunei Darusalam.
Dari keempat negara tersebut, Indonesia juga termasuk kedalam negara sebagai pendiri organisasi Persilat. Selain itu terdapat beberapa Organiasi silat yang sudah didirikan diantaranya sebagai berikut:
  • IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) induk organisasi silat Indonesia
  • PESAKA (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia) induk organisasi silat Malaysia
  • PERSIS (Persekutuan Silat Singapore) induk organisasi silat Singapura
  • PERSIB (Persekutuan Silat Bruei Darussalam) induk organisasi silat Brunei Darussalam.
Dan yang paling membanggakan, negara seperti Amerika Serikat serta Eropa juga turut serta dalam mengembangkan pencak silat ini dengan mendirikan perguruan silat di negaranya. Hingga saat ini, silat sudah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga resmi yang juga dipertandingkan dalam pertandingan tingkat internasional, terutama dalam pertandingkan seperti SEA Games.
Pencak Silat GO Internasional. Bermula dari SEA Games ke-14 pada 1987, dan sejak itulah hingga kini Pencak Silat konsisten dipertandingkan di SEA Games. Pada kesempatan pertama SEA Games tersebut pertandingan cabang olahraga ini diikut lima negara, antara lain Indonesia selaku tuan rumah, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan  Thailand. Terhitung sejak SEA Games ke-19 di Indonesia pada 1997 hingga SEA Games ke-29 atau yang terakhir di Malaysia pada 2017, hampir semua negara-negara anggota ASEAN telah terlibat sebagai negara peserta. Berhasil melangkah lebih maju, pada  2002 di Busan Korea Selatan sebenarnya telah diselenggarakan cabang eksibisi Pencak Silat di tingkat Asian Games ke-14. Diikuti oleh sebelas negara peserta. Sayang seribu sayang, ibarat jalan ditempat selama limabelas tahun, pada even Asian Games selanjutnya, ternyata Pencak Silat selalu gagal ditampilkan. Alih-alih, sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan di pentas olahraga multieven terbesar se-Asia, bahkan semata sebagai cabang eksibisi saja ternyata selalu gagal. Barulah pada Asian Games ke-XVIII di Indonesia 2018, Pencak Silat berhasil masuk sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Hasilnya, sungguh spektakuler. Keberhasilan Indonesia memboyong 14 medali emas dan menjadi juara umum di cabang olahraga ini jelas semakin mengukuhkan secara eksplisit: Pencak Silat adalah seni beladiri khas yang berasal dari warisan tradisi nenek moyang Indonesia.
 
Analisi Gerak Dasar Tangkisan Dan Tangkapan Dalam Pencak Silat
Menurut Sudrajat Usli Lingling. dkk, (2008) "teknik dasar merupakan keterampilan keterampilan pokok yang harus dikuasai untuk dapat berprestasi tinggi". Sedangkan Luxbacher dalam Lingling, dkk (2008) menjelaskan bahwa "teknik dasar ialah semua gerakan yang mendasari permainan, dan dengan modal tersebut seseorang dapat bermain dengan baik atau berlatih secara terarah".
Di Pencak silat selain dikenal dengan teknik bantingan, tendangan dan pukulan. Dan ada juga beberapa teknik yang berkesinambungan dan harus mampu dikuasai dengan baik. Dan salah satunya yakni teknik tangkisan yang berkesinambungan dengan teknik tangkapan, yang juga memiliki peranan penting dalam pencak silat. Yang dimaksud dengan teknik tangkisan adalah upaya yang dilakukan dengan cara melakukan kontak langsung dengan serangan yang dilancarkan lawan. Tangkisan memiliki tujuan langsung seperti untuk mengalihkan serangan dan lintasan, membendung atau juga menahan serangan dari lawan jika terpaksa, serta untuk menangkap dan melakukan serangan balik kepada lawan.
Jadi secara umum bisa kita pahami jika teknik tangkisan merupakan upaya yang dilakukan untuk menahan serangan lawan dengan berbagai teknik yang dilakukan dan juga untuk melakukan serangan balik dengan teknik tangkapan karena kedua teknik ini berkesinambungan. Jika kita tidak mampu mengusai teknik tangkisan dengan baik dan benar, tentu membuat pertahanan kita akan sangat rapuh dan akan mudah untuk terus menyerang dan memberi tekanan pada kita. Sebaliknya jika mampu menguasai teknik tangkisan dengan baik, tentu lawan akan kesulitan untuk melakukan serangan tepat sasaran dari yang dituju karena kita mampu menangkisnya. Pada kesempatan kali ini saya akan memberikan beberapa macam tangkisan dan tangkapan yang dikenal di Pencak Silat. Disini ada 4 macam teknik tangkisan dan 2 macam tangkapan dalam pencak silat beserta gambar nya :

1. Tangkisan Dalam Pencak Silat
Yang dimaksud teknik tangkisan dalam adalah jenis tangkisan sejajar dengan bahu dan dilakukan dari luar kedalam.
Adapun cara melakukannya sebagai berikut ini:
– Sikap kuda-kuda tengah
atau sejajar.
– Kedua tangan bersiap di depan.
– Tarik salah satu tangan dari depan keluar dalam sejajar dengan bahu
disertai dengan memutar pinggan
– Posisi tubuh seimbang
Kesalahan: Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan dalam bela diri pencak silat adalah kuda-kuda kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat dan badan kurang seimbang. berikut gambarnya.
2. Tangkisan Luar Pencak Silat
Yang dimaksud dengan tangkisan luar adalah jenis tangkisan yang sejajar dengan bahu dan dilakukan dari dalam keluar dengan mengambil bagian luar dari kaki atau tangan dan dikuti dengan memutar pinggang.
Adapun cara melakukannya sebagai berikut ini:
– Sikap kuda-kuda tengah.
– Kedua tangan bersiap di depan.
– Tarik salah satu tangan dari dalam  ke depan keluar sejajar dengan bahu
– Posisi tubuh seimbang
Kesalahan: Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan luar bela diri pencak silat adalah kuda-kuda kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat dan badan kurang seimbang.
 3. Tangkisan Atas Pencak Silat
Yang dimaksud dengan tangkisan atas adalah jenis tangkisan yang dilakukan dari bawah ke atas agar bagian kepala dapat terlindungi dari serangan lawan yang mengarah kebagian atas.
Adapun cara melakukannya sebagai berikut ini:
– Sikap kuda-kuda tengah.
– Kedua tangan bersiap di depan.
– Tarik salah satu tangan dari bawah ke atas sehingga kepala terlindungi dari serangan.
– Posisi tubuh seimbang
Kesalahan: Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan atas bela diri pencak silat adalah kuda-kuda kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat dan badan kurang seimbang.

  4. Tangkisan Bawah Pencak Silat
Yang dimaksud tangkisan bawah dalah jenis tangkisan yang dilakukan dari atas kebawah agar terlindung dari serangan lawan, kemudian kita serang lawan balik dari bagian dalam.
Adapun cara melakukannya sebagai berikut ini:
– Sikap kuda-kuda tengah.
– Kedua tangan bersiap di depan.
– Tarik salah satu tangan dari atas ke bawah
– Posisi tubuh seimbang
Kesalahan: Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi ketika melakukan gerak tangkisan bawah bela diri pencak silat adalah kuda-kuda kurang baik, kedua tangan tidak siap di depan, tarikan salah satu tangan kurang kuat dan badan kurang seimbang. berikut gambarnya.
Tangkapan Pencak Silat : Tangkapan adalah teknik dan taktik serangan pada jarak jangkau dekat dan sedang yang dilaksanakan dengan menangkap salah satu komponen tubuh lawan untuk dilanjutkan dengan bantingan, jatuhan, dan kuncian. Dari segi teknik, tangkapan dapat dilaksanakan dari luar dan dari dalam, yang masing-masing disebut tangkapan luar dan tangkapan dalam. Tangkapan luar adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah luar tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan, sedangkan tangkapan dalam adalah teknik tangkapan yang dilaksanakan dari arah dalam tubuh pesilat yang melakukan teknik tangkapan. Tangkapan tangan terdiri atas tangkapan dari dalam ke luar dan dari luar ke dalam. Tangkapan dapat digunakan untuk menangkap serangan lawan yang berasal dari pukulan. 
1. Langkah tangkapan tangan: Sikap awal berdiri dengan posisi tegak. Pelaksanaan salah satu kaki kebelakang untuk melakukan ancang-ancang, saat lawan melakukan pukulan, tangan berusaha meraih pukulan dan berusaha menangkapnya, dengan posisi tangan yang menangkap, memegang atau menangkap pergelangan tangan si pemukul, dan tangan satunya memegang atau menahan siku tangan si pemukul, contoh jika pemukul menggunakan tangan kanan, tangan kanan si penangkap memegang pergelangan tangan si pemukul dan tangan kirinya memegang siku tanagan si pemukul. Sikap akhir kembali berdiri dengan posisi badan tegak.
Tangkapan dengan lengan meliputi tangkapan dari luar ke dalam dan dari dalam ke luar. Tangkapan ini digunakan untuk lawan yang menggunakan serangan dengan tendangan.
2. Langkah tangkapan dengan lengan: Sikap awal berdiri dengan posisi tegak. Pelaksanaan Salah satu kaki kebelakang untuk mengambil ancang-ancang, saat lawan menendang tangan langsung berusaha meraih tendangan dan menahannya. Posisi lengan yang menangkap berada pada sekitaran lutut penendang ataupun dekat pergelangan kaki penendang. Sikap akhir berdiri dengan posisi badan tegak
Demikian penjelasan mengenai teknik dasar tangkisan dalam pencak silat. Dengan sudah mengusai teknik tangkisan dalam pencak silat dengan baik dan benar. Tentunya akan bisa membuat Anda untuk tampil lebih percaya diri dalam setiap menghadapi pertandingan dan meraih kemenangan.
Namun tentunya jangan lupakan peranan teknik dasar pencak silat lainnya karena semua gerakan akan saling berhubungan. Contohnya pada saat kita melakukan tangkisan bisa kita langsung memberikan serangan atau pukulan balik pada lawan. Semoga bermanfaat dan Salam Olahraga.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Macam-Macam Manipulasi Pemijatan Sport Massage