Massage dalam Konteks Fisiologi

Massage dalam Konteks Anatomi Fisiologi


Menguak Rahasia Tubuh
• Manusia adalah mahluk bersel banyak (multiselular) 75 trilyun sel, yang memiliki semua kemampuan zat hidup termasuk pertahanan diri dan perkembangbiakan. Karena manusia sebag ai mahluk sel, maka kalau ada 1sel yang sakit/ rusak maka dampaknya akan menyeluruh.
• Jaringan ada 4 jenis (jaringan pembungkus, pengikat, otot dan jaringansaraf)
• Organ merupakan kesatuan dari berbagai sel yang memiliki fungsi dan bentuk berbeda
• Jumlah otot lebih dari 600
• Jumlah tulang terdiri dari 206 buah. 
• Struktur tubuh manusia adalah Sel-jaringan- Organ tubuh-Sistem organ tubuh-Tubuh manusia
Kaitan Anatomi dan Fisiologi
• Anatomi mempelajari susunan tubuh dan hubungan bagiannya satu sama lain. Anatomi regional mempelajari letak geografis bagian tubuh. Setiap region (daerah) terdiri atas sejumlah struktur atau susunan, yang umumnya terdapat dalam semua region (mis: daerah lengan terdiri dari susunan saraf, otot, tulang, pembuluh darah, dll)
• Mempelajari struktur tubuh tidak dapat dipisahkan dari pengamatan terhadap fungsi setiap struktur dan sistem jaringannya yang disebut dengan fisiologi/ ilmu faal
Sistema
•Anatomi terdapat 12 Sistem skelet, otot, saraf, hemo hidro limfatik, pernafasan, kardivaskular, termoregulasi, pencernaan, sensoris, exkreasi, endokrin dan reprodusi
• Fisiologi terdapat 12 sistem dikelompokan dalam sistem kerja menjadi SK 1 (pelaksana, SK 2 (pendkung dan SK 3 (pemulih)
Sistem Tulang dan Kerangka
• Kerangka manusia dewasa disusun oleh 206 buaht ulang, yang satu dan lainnya ada yang dihubungan secara langsung (persambungan) dan tidak langsung (persendian), serta diperkuat oleh jaringan ikat, jaringan rawan dan otot.
• Fungsi tulang dalam aktifitas gerak adalah sebagai tempat berkaitnya otot, oleh sebab itu tulang disebut alat gerak pasif dan berfungsi sbg alat pengungkit
• Otot kerangka biasanya dikaitkan pada dua tempat tertentu, tempat yang terkuat disebut origo (asal), dan yang lebih dapat bergerak disebut insertio. Origo dianggap sebagai tempat otot timbul dan insertio adalah tempat ke arah mana otot berjalan

Sistem Persendian
• Untuk melakukan gerakan tulang satu sama lain disatukan persendian
• Komponen penunjang gerakan persendian adalah: Ligamen (jaringan ikat yang berfungsi mengikat bagian luar ujung tulang) kapsul sendi (lapisan serabut yang berfungsi melapisi sendi dan menghubungkan dua buah tulang yg membentuk persendian) cairan sinovial (cairan pelumas pd ujung tulang) tulang rawan ( jaringan rawan yang menutupi kedua ujung tulang) jenis persendian (bentuk persendian yang mempengaruhi luas tidaknya gerakan) diarthrose (gerakannya luas), sendi peluru, putar, pelana, engsel dan sendi luncur. 
• Gerak dalam persendian diakibatkan adanya kontraksi otot fleksi-extensi, adduksi-abduksi, supinasi-pronasi, elevasi-depresi, inversi-eversi.
Gangguan Persendian
Persendian yang tidak berfungsi dengan baik mengakibatkan terjadinya: 
Dislokasi pergeseran tulang yang menyusun sendi dari posisinya disebabkan ligamen robek atau tertarik
Terkilir Tertarikya ligamen sendi disebabkan gerakan yang tiba2
Fraktura patah tulang
Sprain robek tali pengikat (ligamen)
Artritis Peradangan sendi, disebabkan :
Rhematoid (peradangan atau pengapuran tulang rawan) 
Osteoartritis (penipisan tulang rawan yang menghubungkan sendi)
Gautartritis (kegagalan metabolisme yang menyebabkan penimbunan asam urat dalam persendian)
Skoliosis Tulang punggung yang bengkok

Sistem Otot
• “Daging” merupakan sekumpulan serabut otot, yang memiliki kemampuan untuk berkontraksi. 
• Otot manusia terdiri dari kurang lebih 600 jenis.
• Tempat otot berkait adalah tulang rawan (cartilage), persendian (ligamentum) dan kulit (integumen)
• Kontraksi otot terjadi karena ada sejumlah rangsangan secara berurutan (tdk hanya satu). Bentuk rangsangan: mekanis (pijitan, tarikan), termis (panas, dingin), Kemis (garam, asam, basa) dan elektris (listrik)
• Untuk menghasilkan suatu gerak :
 Otot bekerja berpasangan dengan otot lain secara berlawanan (mis: pd gerakan fleksi,bicep memendek, tricep memanjang) maka biceps dan triceps bekerja secara antagonis. 
 Otot bekerja bersamaan saling menunjang (mis: bbrp otot fleksor pada gerakan fleksi, melakukan kerja saling menunjang), maka otot2 fleksor bekerja secara sinergis.

Sifat Otot
• Kontraktilitas memiliki kemampuan untuk mengadakan respon (berkontrasksi/ memendek) 
• Ekstensibilitas kemampuan otot memanjang bila ditarik
• Elastisitas kemampuan otot untuk kembali pada bentuk dan ukuran semula setelah gerakan memanjang atau memendek
• Irritabilitas kemampuan otot untuk merespon bila dirangsang (mekanis, termis, khemis, elektris).

Cedera Otot Dalam Olahraga
• Beberapa cedera/ penyakit otot miopati (gangguan pada otot yang berhubungan dengan metabolism otot, sehingga otot menjadi lemah), Miositis (peradangan otot), kejang (kontraksi otot terus menerus disebabkan gangguan metabolic tertentu, mis kehabisan natrium, kekurangan cairan, penyakit motor neuron)
• Cedera otot umumnya disebabkan benturan, terkoyak,  terpelecok, atau pecah.
• Tendon cedera umumnya disebabkan gerakan terlalu kuat, bisa menyebabkan tendonsinovitas.
Kelainan Gangguan Pada Otot
• Hernia: Dorongan alat2 dalam (mis usus) ke bagian/tempat yang lemah pada dinding perut
• Kram: Kontraksi otot yang terus menerus (tetanik)
• Malgia: Sakit otot karena peradangan
• Low back pain: Sakit pinggang
•Tendinitas: Radang pd bagian tendon persendian
• Fibrosis: Melemahnya fungsi otot
• Konvulsi: Kejang kejang
• Mastenia gravis: Melemahnya otot otot pada bagian muka banyak terjadi kasus Bells Pallsy
• Fatiq: kekuatan otot berkurang/ hilang karena kelelahan
• Tetanus: Otot kejang disebabkan bakteri tetanus masuk ke dalam luka
• Strain: Robek otot akibat gerakan yang berlebihan atau tiba tiba
• Distrofi otot: penyakit kronis otot berupa penyusutan otot krn faktor genetis
• Atrofi : Otot mengecil
• Hipertrofi: Otot membesar

Sistem syaraf
• Sistem persyarafan terdiri dari sel serabut saraf (neuron) yang memiliki kemampuan kondutivitas (penghantar) dan eksitabilitas (dapat dirangsang)
• Rangsangan yang diterima baik dari dalam maupun luar tubuh menyebabkan berbagai perubahan dan menuntut tubuh mampu mengadaptasinya agar tubuh tetap seimbang. Upaya adaptasi tubuh tsb disebut kegiatan refleks
• Mekanisme kerja sistem saraf adalah sbb: Rangsangan yang diterima oleh receptor akan dihantarkan oleh saraf perifer (saraf tepi) ke sistem saraf pusat. Dalam SSP terjadi pengolahan utk menentukan jawaban (respon), dan melalui sistem saraf tepi menuju efektor yang berfungsi sbg pencetus jawaban akhir. Jawaban tsb dpt bersifat volunter (di bawah kemauan) atau involunter (tdk dipengaruhi kemauan)
• Respon volunter melibatkan sistem saraf somatik, yang berfungsi sebagai efektornya adalah otot lurik, sedangkan respon involunter melibatkan saraf otonom, yang berfungsi sbg efektornya adalah otot polos, otot jantung dan kelenjar

Semoga bermanfaat

Comments

Popular posts from this blog

Macam-Macam Manipulasi Pemijatan Sport Massage