Massage Sport
Pengertian
Massage berasal dari bahasa Arab, mass yang berarti menekan, dengan imbuhan age dari bahasa Perancis. Sedangkan kalau diambil dari bahasa Yahudi Maschesch yang berarti meraba. Yang menggunakan kata massage ialah Lepage, seorang bangsa Perancis pada tahun 1813. Di Indonesia massage dikenal sebutan pijatan atau pijitan.
Pijitan terdiri dari pijitan-pijitan lembut dengan jari. Cara memijit atau memijat belum mempunyai landasan teori, sehingga pijitan atau pijatan belum dikategorikan kepada massage.
Macam-macam massage, yang dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Massage terapi (segmen massage),
2. Massage kecantikan (cosmetic massage)
3. Massage kebugaran (sport massage).
masase olahraga adalah suatu komplek manipulasi yang diterapkan dengan menggunakan tangan pada tubuh atlet/olahragawan atau semua orang sehat dalam keadaan pasif, dengan tujuan membina kondisi fisik, dan menghindarkan hal-hal yang dapat merugikan dan meringankan derita seminimal mungkin akibat cedera olahraga.
Massage mempunyai tujuan-tujuan tertentu pula, misalnya :
a) Massage selama latihan intensif, boleh dimassage seluruh tubuh maximum satu sampai dua kali seminggu, utamakan otot-otot yang banyak dipergunakan sesuai dengan cabang olahraganya. Disamping itu, apabila terjadi suatu kelainan, maka pijatlah sampai tuntas, meskipun harus mengulang setiap hari.
b) Massage sebelum pertandingan, makin mendekati pertandingan dosisnya harus semakin dikurangi, pijatlah bagian-bagian yang perlu saja tanpa mengurangi perhatiannya terhadap otot-otot yang akan dipergunakan. Usahakan agar atlit selalu dalam keadaan fit.
c) Massage selama pertandingan, biasanya waktunya singkat yakni pada saat istirahat menjelang pertandingan selanjutnya. Karena timbul kelelahan, maka manipulasinya antara lain berupa: effleuraga, shaking, dan tapotament ringan. Utamakan Otot-otot yang dipergunakan.
d) Massage sehabis pertandingan, kalau kelelahan terlihat berlebihan, maka massage tangguhan keesokan harinya, tetapi kalau tidak boleh langsung diberikan massage pelan-pelan secukupnya. Apabila terjadi kelainan-kelainan semalam. Esoknya usahakan kelainan itu dapat dimassage samapi sembuh. Bila belum berhasil, ulangi lagi setiap hari.
Seseorang yang pantang atau tidak boleh di massage apabila orang tersebut sedang dalam keadaan sebagai berikut :
a) Fractur (rusak tulang)
b) Dislocatic (lepas sendi)
d) Luxatio (daging sendi)
e) Tumor (daging tumbuh)
f) Deman (temperatur badan naik karena sakit)
g) Desentri (mulas-mulas)

Comments
Post a Comment